
Ibarat gadis cantik, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan terus bersolek. Tahun 2003 lalu, Pulau yang letaknya tidak berjauhan dari daratan DKI Jakarta ini, dijadikan sebagai Desa Wisata Andalan. Tercatat, kunjungan ke pulau ini mencapai ribuan orang.
“Pada akhir pekan kunjungan wisatawan mencapai 3000 hingga 7000 orang,” tutur Lurah Pulau Untung Jawa, Eko Suroyo, membuka perbincangan dengan pulauseribu.net. Tapi sayangnya, menurut Eko, wisatawan yang datang ke Pulau Untung Jawa, hampir seratus persen masih wisatawan lokal atau domestik.
Karena pengunjung masih banyak berasal dari Tangerang, Banten dan DKI Jakarta, Penyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dari STIA-LAN Jakarta dan Alumnus STPDN tahun 1995 ini mengatakan, dirinya sangat terobsesi agar Pulau Untung Jawa lebih “go international”.

Go International ini, bukan berarti mendatangkan wisatawan asing yang lebih banyak saja, namun Pulau Untung Jawa akan lebih dikenal di mancanegara (internasional). “Apabila dikenal di luar negeri, akan mendorong wisatawan asing untuk mengunjungi Pulau Untung Jawa,” katanya.
Ayah dari dua orang putri ini mengatakan, sangat mendukung segala upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk mempromosikan Pulau Untung Jawa dan tentunya upaya mempercantik Pulau Untung Jawa ini. “Pemerintah Kabupaten melakukan berbagai upaya untuk mempercantik dan mempromosikan Pulau Untung Jawa.
Eko mengatakan, tingkat ekonomi warga Pulau Untung Jawa dengan dijadikannya pulau ini sebagai kawasan wisata andalan, ikut meningkat. Sebelum dijadikan Pulau Wisata, tercatat keluarga miskin mencapa 165 Kepala Keluarga. “Setelah dijadikan Pulau Wisata, jumlah keluarga miskin menyusut menjadi 52 warga,” kata penyandang gelar Magister Sains (M.Si) dari Universitas Satyagama ini.

Pria kelahiran Jakarta 24 Februari 35 tahun lalu ini mengatakan, warga kini tidak hanya berprofesi sebagai nelayan saja. Semenjak menjadi Pulau Wisata, warga juga menjadi pedagang ikan bakar, pedagang suvenir, memiliki usaha persewaan sepeda dan ban untuk berenang. “Ekonomi warga semakin bergairah dengan dipasoknya listrik dari PLN,” katanya.
Eko juga merasa bangga menjadi Lurah di Pulau Untung Jawa. Salah satu industri kerajinan tangan dari kerang di Pulau Untung Jawa, tahun 2007 lalu menjadi juara nasional. “Ini salah satu kebanggaan yang dimiliki Pulau Untung Jawa,” katanya.
Sebelum bertugas di Kepulauan Seribu, setamat dari STPDN tahun 1995, Eko bertugas menjadi Staf Kantor PMD Propinsi DKI Jakarta. Setahun kemudian Eko pindah menjadi Kepala Urusan Pemerintahan Kelurahan Menteng Dalam.
Tahun 2003, Eko mulai bertugas di Kepulauan Seribu dengan menjadi Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Wilayah di Bagian Administrasi Perekonomian dan Sarana Kabupaten (Adek Sarkab) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Tahun 2006, tepatnya tanggall 3 Februari, Eko dipercaya menjadi lurah di Pulau Untung Jawa. (tommy bernadus)
Foto : Koleksi Pribadi Eko Suroyo
mudah-mudahan pulau untungjawa bisa jadi wisata yang mampu meningkatkan kesadaran atas kebesaran ALLAH SWT, bukan sebaliknya
Oleh: abdul rokhim on 15 Oktober, 2008
at 11:31 am